close
perikanan-indonesia

Bidang kelautan dan perikanan mungkin masih belum se-populer saudaranya, bidang pertanian dan peternakan. Tetapi prinsipnya serupa, bagaimana membudidayakan organisme/biota untuk diperbanyak dan dimanfaatkan.

Kelautan dan perikanan sendiri bisa dibagi menjadi 3 bagian besar yaitu bidang penangkapan (capture fisheries), budidaya (aquaculture), dan pengolahan (processing). Karena saya berkecimpung di bidang budidaya maka bahasan FGD perikanan kali ini akan lebih banyak membahas tentang budidaya.

Rantai produksi perikanan budidaya diawali dari induk ikan yang nantinya ‘melahirkan’ anak – anak ikan. Terdapat 3 tingkatan induk di Indonesia dan dunia secara umum. Pertama adalah induk GGPS (Great Grand Parent Stock) atau disebut induk dasar. Induk ini adalah hasil pemuliaan (genetic improvement) oleh lembaga pemulia (litbang, riset, peneliti) dan merupakan sumber daya hayati, kekayaan genetik yang harus dijaga dan dikendalikan oleh pemerintah alias tidak boleh beredar sembarangan di masyarakat. Kedua adalah induk GPS (Grand Parent Stock) atau disebut induk penjenis merupakan turunan dari GGPS yang peredarannya juga dikendalikan. Ketiga adalah GPS (Grand Parent Stock) atau disebut induk pokok yang fungsinya sebagai penghasil ikan – ikan untuk keperluan pembesaran. GPS adalah jenis induk yang paling banyak beredar di masyarakat pembudidaya ikan. Ini berlaku untuk semua jenis ikan air tawar/payau/laut.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam melakukan kegiatan budidaya ikan diantaranya adalah induk ikan, unit perkolaman, sarana pemijahan (pengawinan), pakan, dan peralatan pendukung. Jumlah dan jenis disesuaikan dengan ikan yang akan dibudidayakan. Sebagai referensi, silakan dilihat contoh analisis usaha. Contoh Analisa Usaha Budidaya Ikan Patin bisa di download disini [Download File]

Bidang lain dari perikanan adalah pasca panen (pengolahan) yang sering dihadapi oleh konsumen di pasar. Bagaimana memilih ikan yang tepat secara jenis dan kualitas. Sebagai konsumen, silakan memilih produk perikanan yang tepat dan memenuhi persyaratan pribadi (jenis, kesegaran, harga, dll)

Hobi dan estetika adalah sisi lain dari perikanan budidaya. Berbagai macam jenis ikan bisa dijadikan ornamen kehidupan. Contoh ikan hias, aquascaping, dan kolam hias. Jenis dan modifikasinya pun bermacam – macam.

Sekian resume FGD perikanan. Last but not least…mari budayakan makan ikan dan tetap lestarikan alam..

For further information please feel free to contact me on :
Phone: +62812 235 66991
Email: rohana_hidayati@yahoo.com
Twitter: rohana_hidayati
Office: Balai Budidaya Air Tawar Mandiangin – Banjar – Kalimantan Selatan

Tags : fgdikankampoengsmuda
Kampoeng Smuda

The author Kampoeng Smuda

KampoengSmuda merupakan sebuah lembaga yang menjadi organisasi dalam menjalin ukhuwah dan menjunjung persaudaraan yang damai dan selalu bersatu. Lembaga KampoengSmuda bergerak di bidang Pendidikan, Sosial, dan Usaha dengan nomor kelembagaan : 60/LMB/2014/PN.Ngawi

Leave a Response

16 + 6 =